Ketika kita membicarakan Evil Zone, kita sedang menyelami salah satu game fighting paling unik yang lahir di era keemasan konsol PlayStation. Game ini tidak hanya sekadar menampilkan pertarungan seru antar karakter, melainkan menghadirkan nuansa sinematis dengan alur cerita mendalam yang membuatnya berbeda dari game fighting lainnya pada masanya. Dengan visual anime khas akhir 90-an, alur penuh misteri, serta sistem pertarungan sederhana namun memikat, Evil Zone menjadi sebuah permata kultus bagi para penggemar game klasik.
Sejarah Singkat Evil Zone
Dirilis pada tahun 1999 oleh Taito Corporation dan dikembangkan oleh Yuke’s Future Media Creators, Evil Zone (atau dikenal sebagai Eretzvaju di Jepang) mencoba menghadirkan pengalaman fighting game yang berbeda. Alih-alih sekadar mengadu jagoan tanpa cerita, game ini menawarkan mode cerita yang dipresentasikan dalam bentuk episode anime interaktif. Pemain akan merasa seperti menonton serial, namun tetap menjadi bagian aktif dalam pertarungan.
Konsep Utama dalam Evil Zone
Berbeda dengan game pertarungan populer lainnya seperti Tekken atau Street Fighter, Evil Zone menonjol dengan mekanisme kontrol yang sederhana. Hanya ada dua tombol utama: attack dan guard, namun dari kesederhanaan itu lahirlah kombinasi serangan yang penuh gaya.
Game ini juga berfokus pada kisah karakter yang saling terhubung, di persatukan oleh satu tujuan: mengalahkan entitas jahat bernama Ihazard, sang dewi kehancuran yang terkurung dalam dimensi lain.
Evil Zone : Kisah, Gameplay dan Karakter
Inti dari game ini berpusat pada turnamen di pulau I-Pras, di mana para pejuang dipanggil untuk berhadapan demi tujuan pribadi masing-masing. Ada yang ingin menyelamatkan dunia, ada yang mengejar ambisi pribadi, dan ada pula yang sekadar mencari jati diri. Semua alur cerita mengarah pada satu titik: pertarungan melawan Ihazard.
Alur Cerita yang Sinematis
Salah satu daya tarik utama Evil Zone adalah penyajian ceritanya. Alih-alih potongan teks atau cutscene biasa, setiap karakter memiliki alur kisah yang ditampilkan seperti serial televisi anime lengkap dengan opening theme, narasi dan dialog penuh gaya.
Elemen inilah yang membuatnya terasa lebih hidup dibandingkan game fighting lain di masanya. Pemain tidak hanya bertarung, tetapi ikut larut dalam drama personal setiap tokoh.
Gameplay Sederhana, Strategi Mendalam
Meskipun hanya memiliki dua tombol utama, gameplay Evil Zone tidak pernah terasa dangkal.
- Attack memungkinkan berbagai variasi pukulan, tendangan, atau serangan khusus tergantung kombinasi arah.
- Guard bukan hanya pertahanan, tapi juga dapat dipakai untuk counter attack pada momen yang tepat.
- Special Move hadir dalam bentuk jurus sinematis spektakuler yang sering kali menjadi momen klimaks di tengah pertarungan.
Kesederhanaan inilah yang membuat Evil Zone mudah di mainkan oleh pemula, namun tetap menantang bagi pemain yang ingin menguasai timing dan strategi.
Daftar Karakter Utama
Karakter-karakter di game ini di rancang dengan ciri khas anime yang kuat, masing-masing membawa gaya bertarung unik serta kisah personal yang mendalam. Berikut beberapa di antaranya:
1. Setsuna Saizuki
Seorang gadis pelajar yang dipanggil ke dunia Evil Zone untuk menjadi pejuang. Ia adalah karakter paling seimbang dengan jurus-jurus energi khas protagonis shonen.
2. Midori Himeno
Prajurit suci yang mengandalkan kecepatan dan kekuatan magis. Kisahnya berpusat pada tekadnya untuk menumpas kejahatan demi menjaga dunia.
3. Erel Plowse
Seorang pejuang pedang dengan sifat tomboy. Gaya bertarungnya agresif dan penuh serangan cepat, cocok bagi pemain yang menyukai ofensif nonstop.
4. Keiya Tenpouin
Seorang penyihir misterius dengan kekuatan spiritual. Ceritanya berhubungan erat dengan legenda Ihazard dan dimensi terlarang.
5. Danzaiver
Superhero bergaya tokusatsu yang mengingatkan pada Power Rangers. Ia hadir dengan gerakan dramatis, serangan teatrikal, dan jurus penuh gaya.
6. Linedwell Rainrix
Seorang pendekar dengan pedang besar yang menyalurkan kekuatan magis. Ia di gambarkan sebagai sosok serius, namun dengan motivasi kuat.
7. Ihazard
Antagonis utama, sang dewi kehancuran. Ia adalah titik akhir dari setiap kisah karakter, mewakili ancaman terbesar di dunia Evil Zone.
Desain Visual dan Nuansa Anime
Salah satu hal paling menonjol dari game ini adalah desain visualnya. Setiap karakter terlihat seperti keluar dari dunia anime, lengkap dengan gaya rambut ekstrem, kostum flamboyan, hingga jurus sinematis yang penuh efek dramatis. Hal ini semakin di perkuat oleh gaya penyajian mode cerita yang benar-benar menyerupai episode anime mingguan.
Musik dan Suara yang Ikonik
Tak bisa dipungkiri, musik dalam Evil Zone turut membangun atmosfernya. Lagu pembuka, suara karakter yang khas, hingga efek jurus membuat game ini terasa megah. Bahkan hingga kini, banyak penggemar yang masih mengingat dialog dan voice acting unik para karakter.
Mengapa Evil Zone Tetap Diingat?
Meskipun tidak mencapai popularitas sebesar Tekken atau Mortal Kombat, Evil Zone meninggalkan jejak mendalam karena keberaniannya menghadirkan konsep berbeda. Ia menggabungkan anime, drama, dan fighting menjadi satu paket unik.
Penutup
Pada akhirnya, Evil Zone adalah sebuah karya yang melampaui sekadar game fighting biasa. Ia menghadirkan pengalaman sinematis, karakter yang penuh keunikan, serta gameplay sederhana namun adiktif. Bagi banyak penggemar, Evil Zone bukan hanya nostalgia, melainkan bukti bagaimana keberanian untuk berbeda dapat menciptakan karya abadi.
Baca Juga : Monochroma adalah permainan video platform teka-teki sinematik